Senin, 17 Oktober 2016
Kisi-kisi UN SMA 2016
Kali ini guidesekolah akan membagikan kisi-kisi dari Ujian Nasional Untuk SMA tahun 2016, walaupun kisi-kisi ini untuk UN yang lalu, tidak menutup kemungkinan jika kisi-kisi UN yang akan datang akan sama dengan yang sebelumnya. Silahkan download pada link dibawah ini :
Minggu, 09 Oktober 2016
10 Makanan Khas Betawi
Negara Indonesia dikenal dengan aneka budayanya, dimana salah satunya adalah makanan khas dari setiap daerah yang ada di Indonesia. Jadi Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara dengan wisata kuliner yang mampu memanjakan lidah siapapun yang berkunjung. Betawi adalah suku bangsa yang mendiami daerah kota Jakarta dan sekitarnya, dimana masyarakat Betawi merupakan suku asli daerah tersebut.
Masyarakat Betawi juga dikenal dengan olahan kulinernya yang enak dan nyummy. Berikut ini merupakan referensi makanan khas masyarakat Betawi yang bisa menggoda selera makan siapa saja. Inilah 10 makanan khas Betawi yang sudah dikenal orang banyak yang mampu membuat lidah siapapun bergoyang karena cita rasa kelezatannya.
1. Kerak Telor
Photo: jakartakuliner2.blogspot.jp
Kerak telor merupakan salah satu makanan khas masyarakat Betawi dimana bentuknya mirip dengan martabak, namun isinya yang beda. Kerak telor merupakan gulungan telur yang dimasak di atas tungku dengan cetakan wajan dimana isinya berupa ketan dan ubi. Isinya inilah yang menjadi perbedaan antara kerak telor dengan martabak telor.
Ketika anda mengunjungi kota Jakarta janganlah segan untuk jajan kerak telor yang dihargai dengan harga yang cukup terjangkau oleh para pedagangnya.
Bahkan di festival seperti Pekan Raya Jakarta kerak telor pasti dengan mudah ditemukan oleh masyarakat yang ingin mencicipi kelezatan dari makanan khas masyarakat Betawi ini.
2. Nasi Uduk
Photo: selerasa.com
Nasi uduk juga menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Betawi akan cita rasa kuliner di Indonesia. Nasi uduk merupakan olahan nasi dengan bumbu seperti garam, santan, daun salam, daun serai, dan daun jeruk.
Rasa dari nasi uduk ini sangatlah lezat dan gurih dimana siapapun yang memakannya pasti akan mengacungkan jempolnya untuk sajian rasa khas dari nasi uduk sebagai tanda cita rasa yang lezat dan gurih di lidah.
Nasi uduk khas Betawi ini biasanya disajikan dengan telor dadar yang diiris kecil kecil ataupun semur jengkol, ayam goreng, daging empal goreng, kentang balado, dan juga sambal kacang yang akan menambah selera makan para pecintanya.
3. Gado – Gado
Photo: www.satujam.com
Gado – gado merupakan makanan khas masyarakat Betawi. Jika di dunia kuliner barat dikenal masakan berupa salad, gado – gado merupakan saladnya orang Betawi.
Gado – gado terdiri atas masakan aneka sayuran yang biasanya disajikan bersama dengan lontong atau ketupat yang ditaburi dengan bawang goreng dan dilumuri dengan saus kacang dengan cita rasa yang mumpuni.
Kita bisa dengan mudah menemukan makanan gado – gado ini di kota Jakarta, karena makanan gado – gado banyak disukai oleh semua masyarakat bukan hanya masyarakat Betawi saja.
Kesegaran olahan aneka sayuran pasti menambah vitamin dan gizi bagi yang memakannya, sedangkan guyuran saus kacangnya tentu akan membuat sensasi tersendiri di lidah orang yang memakannya.
4. Semur Jengkol
Photo: sajianindonesia.blogspot.jp
Semur Jengkol merupakan makanan khas masyarakat Betawi, dimana buah jengkol diolah sedemikian rupa dengan cara disemur. Jika anda berkunjung ke rumah orang Betawi anda pasti akan menemukan hampir semua orang Betawi menyukai makanan semur jengkol.
Semur jengkol bisa diolah dengan tingkat kepedasan yang sesuai dengan lidah kita. Rasanya yang nikmat dan lezat tentu membuat siapapun pasti tergoda, meski jengkol terkenal dengan baunya yang tidak sedap di hidung jika dimakan.
Namun dengan olahan semur, jengkol mampu menjadi olahan masakan yang sedap dan lezat bagi siapapun yang mencicipinya.
5. Soto Betawi
Photo: ayammercon.com
Indonesia terkenal dengan aneka masakan soto, masyarakat Betawi juga memiliki olahan masakan soto tersendiri yang dikenal sebagai Soto Betawi. Soto Betawi diolah dengan menggunakan santan dengan daging sapi, tomat, dan kentang.
Soto Betawi memang sangat lezat dan sangat cocok jika disajikan dengan olahan nasi putih yang hangat. Makanan ini sangat cocok untuk dijadikan menu makan siang bagi siapapun. Kuahnya yang kental dari Soto Betawi ini terasa sangat gurih di lidah.
Soto Betawi juga mampu menjadi salah satu makanan Betawi yang masih awet dan tidak hilang ditelan oleh perkembangan arus modernisasi di kota Jakarta.
6. Roti Buaya
Photo: kateringbetawi.wordpress.com
Siapa yang tidak kenal dengan roti buaya? Hehehe yup betul roti buaya merupakan makanan khas masyarakat Betawi, terutama ketika masyarakat Betawi ingin melangsungkan acara pelamaran dan pernikahan roti buaya merupakan menu wajib yang harus ada di dalam acara tersebut.
Selain rasanya yang enak roti ini bisa dinamakan dengan sebutan roti buaya, karena bentuk roti yang diolah dibentuk mirip dengan bentuk hewan buaya. Ada beberapa toko roti di kota Jakarta yang khusus menyediakan roti buaya ini untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
7. Asinan Betawi
Photo: bybyelle.wordpress.com
Bukan Cuma daerah Bogor dan Bandung saja yang terkenal dengan olahan asinan, masyarakat Betawi juga memiliki olahan makanan asinan yang memiliki ciri khas tersendiri. Olahan asinan ini dinamakan Asinan Betawi, karena memang diolah dengan cita rasa khas masyarakat Betawi.
Asinan Betawi ini berisi sayuran yang disajikan dengan kacang goreng, bumbu kacang, krupuk, cabai, dan cuka inilah yang menjadi perbedaan mendasar asinan Betawi dengan asinan lainnya terutama yang ada di Jawa Barat. Karena bentuk dan bahan dasarnya yang memang berbeda, namun penamaan makanan dengan kata asinan memang menjadi titik persamaannya.
8. Kue Cucur
Photo: lumbungresep.blogspot.jp
Kue Cucur adalah jajanan pasar khas masyarakat Betawi.
Makanan ini sering disajikan sebagai menu pencuci mulut oleh masyarakat Betawi.
Kue yang bertekstur tebal di bagian tengahnya namun tipis di bagian tepinya merupakan salah satu olahan kue khas masyarakat Betawi.
Dalam kegiatan adat masyarakat Betawi kue cucur merupakan salah satu menu wajib juga yang harus dihidangkan guna keabsahan acara adat. Jadi bisa dikatakan bagai sayur tanpa garam jika kegiatan adat Betawi tidak menyajikan kue cucur.
9. Dodol Betawi
Photo: www.makemytrip.com
Dodol Betawi merupakan makanan yang berwarna hitam kecoklatan dimana variasi rasanya cenderung lebih sedikit daripada dodol yang ada di Indonesia pada kebanyakan.
Rasa dari dodol Betawi ini hanya terdiri dari rasa ketan putih, ketan hitam dan durian. Dodol Betawi ini sangatlah lezat untuk dinikmati apalagi disajikan sebagai teman minum teh di siang atau sore hari.
Dodol Betawi ini dimasak dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan yang dimasak diatas tunggu dengan bahan bakar kayu bakar. Rasanya yang nikmat dan lezat tentu menjadi sebuah makanan dengan cita rasa tersendiri bagi masyarakat Betawi.
10. Putu Mayang
Photo: resepmasakanpilihan.com
Putu Mayang merupakan salah satu kue tradisional khas dari masyarakat Betawi yang terbuat dari bahan dasar berupa tepung kanji atau tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa dan gula merah.
Cara memakan kue ini biasanya dilakukan dengan menyiram gula merah dan santan atau memberikan taburan kelapa pada gula putu mayang yang hendak disantap. Kue ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Betawi juga akan dunia kuliner di Indonesia.
Itulah 10 makanan khas dari masyarakat Betawi dengan berbagai macam ciri khasnya.
Makanan lokal tersebut merupakan hasil budaya yang ada di dalam masyarakat Betawi.
Setiap daerah memiliki adat dan budaya yang berbeda – beda, sehingga cita rasa kuliner yang ada di Indonesia juga sangat beraneka ragam karena faktor heterogenitas suku bangsa yang hidup di Indonesia.
sumber : https://www.miner8.com
Susunan (Tata Cara) Serta Filosofi Adat Pernikahan Betawi
Kebudayaan pernikahan adat Betawi - Ilmu Sosial Dasar
Setelah acara pra akad nikah selesai, prosesi akad nikah dapat dilakukan. Kedatangan mempelai pria dan keluarganya disambut dengan aneka petasan untuk memeriahkan suasana. Barang yang dibawa pada akad nikah tersebut antara lain sirih nanas lamaran, sirih nanas hiasan, mas kawin, miniatur masjid yang berisi uang belanja, sepasang roti buaya, sie atau kotak berornamen Tiongkok untuk tempat sayur dan telor asin, jung atau perahu yang mengindentikan perjalanan bahtera rumah tangga, hadiah lain sebagai pelengkap, kekudang atau makan yang disukai oleh gadis dari kecil sampe dewasa dan kue penganten.
Adat pernikahan betawi merupakan salah satu adat pernikahan di Indonesia yang masih sering di lakukan . Dalam kesempatan ini kami ingin berbagi article kepada anda mengenai tata cara adat pernikahan betawi yang sering dilakukan di Indonesia.
1. Ngedelengin
1. Ngedelengin
Dalam adat pernikahan betawai, Ngedelengin adalah proses mencari pasangan yang bisa dilakukan siapa saja termasuk si jejaka sendiri. Setelah mereke bertemu dengan pasangan yang dirasa cocok, proses meminta ke pihak perempuan di lakukan oleh seseorang yang biasa disebut Mak Comblang. Jika terjadi kecocokan dengan pihak perempuan, maka si Gadis akan diberi uang sembe atau angpao. Mak Comblang akan melanjutkan dengan persiapan dan apa saja yang disyaratkan oleh pihak pria atau sering disebut bawaan ngelamar.
2. Nglamar
Dalam adat pernikahan betawi, ngelamar adalah permintaan orangtua pria kepada orangtua gadis secara resmi. Keputusan dari pihak wanita akan terjawab pada saat itu juga. Setelah itu, syarat dan prasyarat lamaran akan diutarakan oleh pihak wanita.
Dalam adat pernikahan betawi, ngelamar adalah permintaan orangtua pria kepada orangtua gadis secara resmi. Keputusan dari pihak wanita akan terjawab pada saat itu juga. Setelah itu, syarat dan prasyarat lamaran akan diutarakan oleh pihak wanita.
Apa saja yang harus disiapkan dalam proses ngelamar?
1. Sirih , Pisang raja, Roti tawar, Hadiah lain
2. Hadirnya orang-orang untuk mejadi saksi dan memperkuat keputusan yang dibuat oleh pihak wanita
1. Sirih , Pisang raja, Roti tawar, Hadiah lain
2. Hadirnya orang-orang untuk mejadi saksi dan memperkuat keputusan yang dibuat oleh pihak wanita
3. Bawa tande putus
Dalam adat pernikahan betawi, tande putus adalah sebuah tanda yang mengibaratkan anak wanita yang telah dilamar tidak boleh di ganggu oleh pihak manapun meskipun acara akad nihak masih jauh. Tande putus dapat berupa apa saja, yang mengisyaratkan sebuah ikatan resmi.
4. Akad Nikah
Sebelum acara Akad nikah dalam adat pernikahan betawi, ada pra-akad nikah dimana prosesnya sebagai berikut.
Sebelum acara Akad nikah dalam adat pernikahan betawi, ada pra-akad nikah dimana prosesnya sebagai berikut.
Masa dipiare, yaitu suatu masa dimana calon none atau gadis yang akan menghadapi akad nikah dikontrol kegiatannya oleh tukang piare atau tukang rias.
Acara mandiin , acara ini adalah acara untuk mempelai wanita dimana mempelai wanita akan dilulur dan berpuasa selama seminggu agar pernikahannya dapat berjalan lancar.
Acara tangas atau acara kum adalah acara mandi uap dengan tujuan memberisihkan sisa luluran yang berada di tubuh wanita. Mempelai wanita akan duduk dibawah bangku yang dibawahnya terdapat godokan rempah-rempah. Kurang lebih 30 menit sampai mempelai wanita mengeluarkan keringat beraroma rempah.
Acara Ngerik atau malam pacar
Acara untuk mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan kuku tangannya dengan pacar.
Acara untuk mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan kuku tangannya dengan pacar.
Setelah acara pra akad nikah selesai, prosesi akad nikah dapat dilakukan. Kedatangan mempelai pria dan keluarganya disambut dengan aneka petasan untuk memeriahkan suasana. Barang yang dibawa pada akad nikah tersebut antara lain sirih nanas lamaran, sirih nanas hiasan, mas kawin, miniatur masjid yang berisi uang belanja, sepasang roti buaya, sie atau kotak berornamen Tiongkok untuk tempat sayur dan telor asin, jung atau perahu yang mengindentikan perjalanan bahtera rumah tangga, hadiah lain sebagai pelengkap, kekudang atau makan yang disukai oleh gadis dari kecil sampe dewasa dan kue penganten.
Dalam adat pernikahan betawi, setelah akad nikah selesai, mempelai pria akan membuka cadar yang menutupi muka mempelai wanita untuk memastikan apakah benar, yang ada dibalik cadar tersebut adalah wanita idamannya. Setelah itu baru mempelai wanita dan pria diperbolehkan duduk berdampingan serta di isi dengan acara-acara untuk menghibur kedua mempelai.
5. Acare Negor
Satu hari setelah acara akad nikah, dalam adat pernikahan betawi, mempelai pria diperbolehkan untuk menginap di mempelai wanita, namun, tidak diperkenankan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun tanggung jawab istri tetap dilakukan seperti menyiapkan makan, minum dan menyiapkan peralatan mandi. Untuk menghadapi sikap none atau mempelai wanita tersebut, si pria harus memasang strategi dengan cara memberi Uang tegor yang diselipkan di bawah taplak meja.
6. Pulang Tige Ari
Sebagai tanda kegembiraan dari pihak pria, dalam adat pernikahan betawi, oragtua pria atas kesucian yang telah di pelihara oleh pihak wanita, makan akan diberikan hadiah kepada pihak orangtua wanita. Setelah acara ini selesai makan tuan dan nyonye betawi berhak untuk tinggal serumah atau menetap di tempat yang telah disepakati berdua.
5. Acare Negor
Satu hari setelah acara akad nikah, dalam adat pernikahan betawi, mempelai pria diperbolehkan untuk menginap di mempelai wanita, namun, tidak diperkenankan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun tanggung jawab istri tetap dilakukan seperti menyiapkan makan, minum dan menyiapkan peralatan mandi. Untuk menghadapi sikap none atau mempelai wanita tersebut, si pria harus memasang strategi dengan cara memberi Uang tegor yang diselipkan di bawah taplak meja.
6. Pulang Tige Ari
Sebagai tanda kegembiraan dari pihak pria, dalam adat pernikahan betawi, oragtua pria atas kesucian yang telah di pelihara oleh pihak wanita, makan akan diberikan hadiah kepada pihak orangtua wanita. Setelah acara ini selesai makan tuan dan nyonye betawi berhak untuk tinggal serumah atau menetap di tempat yang telah disepakati berdua.
7. Tradisi “Palang Pintu” dan Resepsi Meriah
Palang pintu merupakan acara upacara adat Betawi yang sangat menghibur. Palang Pintu merupakan kegiatan yang bertujuan saling mengenal antar keluarga dan maksud tujuan kedatangan. Kemudian sebagai syarat diterimanya calon mempelai pria, harus melewati dahulu palang pintu yang dijaga oleh jawara Betawi dari pihak calin mempelai wanita.
Acara ini dilaksanakan sebelum akad nikah dimulai, tepatnya ketika rombongan calon pengantin pria baru sampai di depan kediaman calon pengantin wanita. Rombongan calon pengantin pria akan dihadang oleh keluarga calon pengantin wanita. Para jagoan calon pengantin pria harus melawan jagoan dari pihak calon mempelai wanita.
Para penjaga pintu mempelai wanita kemudian membuka percakapan dengan sejumlah pantun. Selanjutnya, perwakilan mempelai pria membalas pantun tersebut. Dialog pantun dikumandangkan dengan sangat meriah dan mengundang tawa hadirin. Isi pantun biasanya tanya jawab seputar maksud dan tujuan pihak pria.
Setelah itu, seorang wakil pengantin perempuan menantang adu silat salah satu orang dari pihak lelaki. Prosesi tersebut menyimbolkan upaya keras mempelai laki-laki untuk menikah dengan sang pujaan hati. Uniknya, setiap petarungan silat, pihak mempelai wanita pasti dikalahkan oleh jagoan calon pengantin pria.
Selain adu pantun dan adu silat, calon pengantin pria juga ditantang kebolehannya membaca Al Quran. Dan setelah semua ujian telah dilewati dengan memenangkan ujian-ujian tersebut, akhirnya palang pintu dapat dibuka dan dimasuki oleh calon mempelai pria.
Setelah akad nikah dilakukan, resepsi pernikahan berlangsung dengan tradisi meriah. Pernak-pernik wajib khas Betawi yaitu ondel-ondel serta dekorasi warna-warni. Musik akan diiringi oleh suara tanjidor dan marawis (rombongan pemain rebana dan nyayian menggunakan bahasa arab). Selain itu, dimainkan pula keroncong dan gambang kromong khas Betawi.
Pengantin pria maupun pengantin wanita mengenakan pakaian kebesaran pengantin dan dihias. Dari gaya pakaian pengantin Betawi, ada dua budaya asing yang melekat dalam prosesi pernikahan. Pengantin pria dipengaruhi budaya Arab. Sedangkan busana pengantin wanita dipengaruhi adat Tionghoa.
Palang pintu merupakan acara upacara adat Betawi yang sangat menghibur. Palang Pintu merupakan kegiatan yang bertujuan saling mengenal antar keluarga dan maksud tujuan kedatangan. Kemudian sebagai syarat diterimanya calon mempelai pria, harus melewati dahulu palang pintu yang dijaga oleh jawara Betawi dari pihak calin mempelai wanita.
Acara ini dilaksanakan sebelum akad nikah dimulai, tepatnya ketika rombongan calon pengantin pria baru sampai di depan kediaman calon pengantin wanita. Rombongan calon pengantin pria akan dihadang oleh keluarga calon pengantin wanita. Para jagoan calon pengantin pria harus melawan jagoan dari pihak calon mempelai wanita.
Para penjaga pintu mempelai wanita kemudian membuka percakapan dengan sejumlah pantun. Selanjutnya, perwakilan mempelai pria membalas pantun tersebut. Dialog pantun dikumandangkan dengan sangat meriah dan mengundang tawa hadirin. Isi pantun biasanya tanya jawab seputar maksud dan tujuan pihak pria.
Setelah itu, seorang wakil pengantin perempuan menantang adu silat salah satu orang dari pihak lelaki. Prosesi tersebut menyimbolkan upaya keras mempelai laki-laki untuk menikah dengan sang pujaan hati. Uniknya, setiap petarungan silat, pihak mempelai wanita pasti dikalahkan oleh jagoan calon pengantin pria.
Selain adu pantun dan adu silat, calon pengantin pria juga ditantang kebolehannya membaca Al Quran. Dan setelah semua ujian telah dilewati dengan memenangkan ujian-ujian tersebut, akhirnya palang pintu dapat dibuka dan dimasuki oleh calon mempelai pria.
Setelah akad nikah dilakukan, resepsi pernikahan berlangsung dengan tradisi meriah. Pernak-pernik wajib khas Betawi yaitu ondel-ondel serta dekorasi warna-warni. Musik akan diiringi oleh suara tanjidor dan marawis (rombongan pemain rebana dan nyayian menggunakan bahasa arab). Selain itu, dimainkan pula keroncong dan gambang kromong khas Betawi.
Pengantin pria maupun pengantin wanita mengenakan pakaian kebesaran pengantin dan dihias. Dari gaya pakaian pengantin Betawi, ada dua budaya asing yang melekat dalam prosesi pernikahan. Pengantin pria dipengaruhi budaya Arab. Sedangkan busana pengantin wanita dipengaruhi adat Tionghoa.
Filosofi Upacara dan Tujuan Perkawinan
Perkawinan merupakan salah satu ritus dalam lingkungan kehidupan yang dianggap penting. Dalam tradisi yang mencakup adat-istiadat perkawinan suatu daerah, selain memuat aturan-aturan dengan siapa seseorang boleh melakukan perkawinan, terdapat pula tata cara dan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh pasangan calon pengantin dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya sehingga perkawinan ini mendapat pengabsahan di masyarakat. Seluruh tata cara dan rangkaian adat-istiadat perkawinan tersebut terangkai dalam suatu rentetan kegiatan upacara perkawinan.
Upacara itu sendiri diartikan sebagai tingkah laku resmi yang dibakukan untuk menandai peristiwa-peristiwa yang tidak ditujukan pada kegiatan teknis sehari-hari, tetapi mempunyai kaitan dengan kepercayaan di luar kekuasaan manusia. Oleh karena itu, dalam setiap upacara perkawinan, kedua mempelai ditampilkan secara istimewa, dilengkapi dengan tata rias wajah, sanggul serta tata rias busana yang lengkap dengan berbagai kelengkaan adat istiadat sebelum dan sesudah perkawinan.
Tujuan perkawinan tersebut menurut masyarakat dan budaya Betawi adalah memenuhi kewajiban mulia yang diwajibkan kepada setiap warga masyarakat yang sudah dewasa dan memenuhi syarat untuk itu. Orang Betawi yang mayoritas beragama Islam yakin bahwa perkawinan adalah salah satu sunnah bagi umat, sehingga dipandang sebagai suau perintah agama untuk melengkapi norma-norma kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan ciptan Tuhan yang mulia.
Alasan keagamaan yang dijelaskan di atas menyebabkan orang Betawi beranggapan bahwa proses perkawinan harus dilakukan sebaik mungkin menurut ketentuan-ketentuan adat perkawinan yang sudah dilembagakan. Ketentuan adat perkawinan tersebut diberi nilai tradisi yang disakralkan sehingga harus dipenuhi dengan sepenuh hati oleh warga masyarakat dari generasi ke generasi.
Arti dan Fungsi Perkawinan pada Masyarakat Betawi
Perkawinan bagi banyak masyarakat dianggap sangat penting. Perkawinan dipandang sebagai peristiwa sosial dan agama. Perkawinan bukan saja bermakna sebagai peralihan dari masa lajang ke kehidupan berumah tangga tetapi juga dipandang sebagai pemenuhan kewajiban agama. Di samping itu, perkawinan juga dipandang sebagai suatu wadah untuk menunjukkan gengsi kemasyarakatan.
Ada beberapa fungsi dari upacara daur hidup antara lain:
fungsi religius, yaitu meredam kekhawatiran akan adanya malapetaka yang akan menimpa suatu masyarakat tertentu apabila tidak melaksanakan upacara daur hidup.
fungsi sosial, yaitu sebagai aktivitas untuk menumbuhkan kembali semangat kehidupan sosial antara warga masyarakat dan juga sebagai kontrol sosial.
fungsi kepariwisataan, yaitu strategi untuk menarik wisatawan yang dapat menghasilkan modal wisata
Terdapat pula nilai-nilai yang terkandung dalam daur hidup suatu kebudayaan tertentu, antara lain:
Nilai kegotongroyongan
nilai musyawarah
Sumber : indahtrimulyanti30.blogspot.co.id
Jumat, 23 September 2016
Arus listrik dan Beda potensial Fisika kelas XII ppt
Berikut ini adalah power point tentang Arus listrik dan Beda potensial dalam pelajaran fisika SMA jurusan MIPA kelas XII
Klik disini
Klik disini
Jumat, 09 September 2016
Contoh proposal Bahasa Indonesia HUT PGRI
Berikut adalah contoh proposal HUT PGRI untuk tugas Bahasa Indonesia SMA Kelas XII ( Silahkan Download melalui link yg tersedia )
Klik disini
Klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)


