Representasi pengetahuan adalah cara untuk menyajikan
pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat
diketahui relasi antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain dan
dapat dipakai untuk menguji kebenaran penalarannya.
1. Rekayasa Ontologi
Kata ontologi sendiri berakar dari bahasa Yunani. Onto
berarti ada dan logos berarti ilmu. Dengan demikian, ontologi dimaknai sebagai
ilmu yang membahas tentang keberadaan. Atau dengan kata lain, ontologi berarti
cara untuk memahami hakikat dari jenis ilmu komunikasi.
Ontologi sendiri merupakan cabang ilmu filsafat mengenai
sifat (wujud) atau fenomena yang ingin diketahui manusia. Dalam ilmu sosial
ontologi berkaitan dengan sifat pada interaksi sosial atau komunikasi sosial.
Ontology merupakan mengerjakan terjadinya pengetahuan dari sebuah gagasan kita
tentang realitas. Bagi ilmu sosial ontologi memiliki keluasan eksistensi kemanusiaan.
Dalam bidang kecerdasan buatan, ontologi memiliki dua
pengertian yang berkaitan. Pertama ontologi merupakan kosakata representasi
yang sering dikhususkan untuk domain atau subyek pembahasan tertentu. Kedua,
sebagai suatu body of knowledge untuk menjelaskan suatu bahasan tertentu.
Literatur yang berisi tentang kecerdasan buatan banyak menjelaskan tentang
definisi ontologi, banyak yang bertentangan satu dengan yang lainya.
2. Pengkategorian dan Objek
Komposisi fisik
Komposisi memiliki arti sebagai suatu susunan, kesatuan, dan
keselarasan dari segala macam hal yang berbeda yang menciptakan bentuk suatu
wujud baru yang lebih kompleks. Jadi,
komposisi fisik adalah susunan kesatuan dari bentuk fisik atau yang dapat
dilihat.
pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau
kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan ukur. Pengukuran juga
dapat diartikan sebagai pemberian angka tehadap suatu atribut atau
karakteristik tertentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek tertentu
menurut aturan atau formulasi yang jelas dan disepakati. Pengukuran dapat
dilakukan pada apapun yang dibayangkan, namun dengan tingkat kompleksitas yang
berbeda.
substansi
watak yg sebenarnya dr sesuatu
Objek
Suatu hal yang menjadi acuan, target
3. Aksi, Situasi dan Kejadian/Event
Aksi
Adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan suatu kejadian.
Situasi
Keadaan sekitar yang sedang berlangsung.
Kejadian/Event
Sesuatu yang sedang terjadi di
sebuah lingkungan dimana terjadi pada waktu yang sedang
berlangsung maupun yang telah
terjadi.
4. Mental Objek dan Mental Objek : Pengetahuan dan
Kepercayaan , Pengetahuan-waktu dan Aksi
Pengetahuan adalah informasi yang
diketahui atau disadari oleh manusia, atau pengetahuan adalah berbagai gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indrawi. Pengetahuan akan
muncul ketika orang menggunakan akal atau indranya untuk mengenali benda atau
peristiwa tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan. Misalnya, saat
pertama kali orang makan cabai maka Dia akan tahu bagaimana rasa cabai itu,
bentuknya, warnanya, atau bahkan akan bertanya-tanya apa zat zat apa yang
dikandungnya. Pengetahuan empiris menekankan pada pengamatan dan pengalaman
indrawi, sedangkan pengetahuan rasional didapatkan melalui akal budi. Misalnya,
orang mengetahui bahwa cabai rasanya pedas karena dia pernah memakannya. Tidak
mungkin hanya dengan dipikir-pikir orang itu akan mengetahui bahwa rasa cabai
adalah pedas. Nemun, pernyataan 1+1=2 adalah hasil dari pemikiran (akal)
manusia, bukan merupakan suatu pengamatan empiris. Keyakinan adalah suatu sikap
yang ditunjukkan manusia saat dia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran. Maksudnya adalah orang akan merasa yakin
kalau apa yang mereka ketahui adalah benar. Jadi, keyakinan terjadi setelah
orang percaya adanya suatu kebenaran. Menurut teori kebenaran sebagai
kesesuaian, keyakinan adalah suatu pernyataan yang tidak disertai bukti yang
nyata. Misalnya, petir disebabkan oleh amukan para dewa. Pernyataan ini tidak
bisa dibuktikan, sehingga hanya bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan.
Sementara pernyataan petir disebabkan kerena adanya tabrakan antara awan yang
bermuatan positif dan negative adalah suatu kebenaran, karena dapat dibuktikan.
Sehingga pernyataan ini disebut sebagai pengetahuan.
Ada dua istilah yang berhubungan dengan keyakinan dan
pengetahuan.
1. Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan
gaib. Orang yang lebih percaya pada sesuatu yang aneh(karena tidak tahu
sebabnya) sebagai kekuatan magis
2. Naturalisme, berarti sesuatu yang alami.
5. Sistem Penalaran Untuk Pengkategorian : Jaringan
Semantik, Logika Deskripsi
Jaringan semantik
Jaringan semantik adalah gambaran
pengetahuan grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek, terdiri dari
lingkaran-lingkaran yang dihubungkan dengan anak panah yang menunjukkan objek
dan informasi tentang objek-objek tersebut. Dalam mata kuliah Pengantar Kecerdasan
Buatan script merupakan representasi pengetahuan berdasarkan karakteristik yang
sudah dikenal sebagai pengalaman-pengalaman yang menggambarkan urutan
peristiwa.
Terdapat enam elemen script, yaitu :
1. Kondisi input, merupakan kondisi yang harus dipenuhi
sebelum terjadi.
2. Track, yaitu variasi kemungkinan yang terjadi.
3. Prop, yaitu objek yang digunakan dalam suatu peristiwa.
4. Role, yaitu peran dalam suatu peristiwa.
5. Scene, yaitu adegan dalam suatu peristiwa.
6. Hasil, yaitu kondisi setelah terjadinya urutan peristiwa.
Deskripsi logika
Deskripsi logika (deskripsi jamak logika) (logika) Salah
satu keluarga bahasa representasi pengetahuan yang dapat digunakan untuk
mewakili definisi konsep domain aplikasi (dikenal sebagai pengetahuan
terminologi) dalam cara yang terstruktur dan formal dipahami dengan baik.
6. Penalaran dengan Informasi Default
Manusia memecahkan masalah melalui kombinasi antara fakta
dan pengetahuan (knowledge). Penalaran (reasoning) adalah proses yang
berhubungan dengan pengetahuan, fakta, dan strategi pemecahan masalah (problem
solving) untuk mendapatkan konklusi/penyelesaian. Berbagai metode penalaran
yang lazim adalah deduksi, induksi, abduktip, analogi, dan akal sehat, berikut
ini penjelasan singkatnya.
Deduksi (deduction)
Manusia menggunakan deduksi untuk mendapatkan informasi baru
dari informasi yang sudah diketahui (pengetahuan) yang ada relasinya. Penalaran
deduksi menggunakan fakta-fakta dari masalah yang ada dan pengetahuan umum yang
sesuai yang pada umumnya berbentuk aturan (rules) atau implikasi
(implications), jadi dari hal yang umum, dikenakan pada hal yang khusus, model
deduksi adalah:
Fakta + Rule -> Efek dengan rule dalam bentuk:
If <cause/premise> then <effect/conclusion>
Jika <sebab/premis> Maka <akibat/konklusi>
Sebagai contoh:
Aturan/implikasi: Jika saya menyelam ke laut, maka saya akan
basah.
Fakta/premis : saya menyelam ke laut
Konklusi : saya akan basah
Penalaran deduksi sangat menarik secara logika dan merupakan
teknik solusi masalah yang paling
umum digunakan oleh manusia. Aturan inferensi (penyimpulan)
yang disebut modus ponens adalah
bentuk dasar dari penalaran deduksi dengan formula sbb.:
Jika A adalah benar, dan Jika A maka B adalah benar, maka B
adalah benar
Induksi (Induction)
Manusia menggunakan induksi untuk mendapatkan kesimpulan
umum (general conclusion) dari sekumpulan/himpunan fakta melalui proses
generalisasi. Ini bagaikan transisi dari jumlah sedikit ke semua.
Model induksi adalah:
Cause + Effect -> Rule
Proses induksi dijelaskan oleh Firebaugh (1988) sbb.:
Untuk suatu himpunan objek X = {a,b,c,d, …}, jika sifat P
adalah benar untuk a, dan jika sifat P
adalah benar untuk b, dan jika sifat P adalah benar untuk c,
…, maka sifat P adalah benar untuk
semua X.
Sebagai contoh:
Fakta/premis : tembaga dipanaskan memuai
Fakta/premis : besi dipanaskan memuai
Fakta/premis : alumunium dipanaskan memuai
Konklusi : secara umum, semua logam akan memuai bila
dipanaskan
Abduktif (Abductive)
Abduktif adalah bentuk deduksi yang memungkinkan menarik
kesimpulan yang bersifat “plausible”. Plausible (masuk akal) adalah konklusi
yang ditarik dari informasi yang tersedia, namun ada kemungkinan konklusi itu
salah, jadi model abduktip adalah: Jika B adalah benar, dan Jika A maka B
adalah benar, maka A adalah benar? Atau effect + rule -> cause
Sebagai contoh:
Aturan : Tanah kering jika hari terik.
Fakta : Tanah kering.
Konklusi : Hari terik?
Jadi, diberikan fakta satu-satunya bahwa tanah basah,
penyimpulan plausible menghasilkan konklusi hari hujan. Padahal, konklusi ini
bisa salah, karena ada banyak hal yang menyebabkan tanah basah, misalnya
seseorang siram-siram tanaman. Abduktip, sebagai salah satu metode penalaran,
sering dipakai oleh dokter dalam mendiagnose pasien, maka diagnose dapat saja
salah.
Analogi
Manusia membentuk model mental tentang konsep melalui
pengalaman. Manusia menggunakan model ini melalui penalaran analogi untuk
membantu memahami suatu masalah/situasi. Mereka lalu menarik analogi diantara
masalah dan model, mencari kesamaan dan perbedaan untuk dapat menyimpulkan.
Sebagai contoh:
Misalkan seorang dokter yang sudah puluhan tahun praktek,
maka pengalamannya dalam bentuk kasus-kasus sudah sedemikian banyaknya. Bila
kasus-kasus tersebut dapat disimpan secara cerdik dalam database kasus, maka
dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah baru bagi pasien baru tanpa
dokter itu hadir (otomasi). Pasien baru memasukan karakter berikut data-data
(keluhan) dari sakitnya, kemudian sistem mencari kasus pasien lama yang serupa
keluhannya untuk ditampilkan solusinya, yaitu obat beserta dosisnya. Pengalaman
adalah guru terbaik, maka pengalaman perlu disimpan secara cerdik untuk
memecahkan persoalan baru yang mirip.
Akal Sehat
(Common-sense)
Lewat pengalaman, manusia belajar memecahkan persoalan
secara effisien. Mereka menggunakan akal sehat untuk dengan cepat menarik
kesimpulan. Akal sehat lebih cenderung berdasar pada kebijakan-kebijakan
(judgments) yang baik daripada logika yang eksak. Contoh akal sehat adalah:
Disuatu bengkel ditemukan suara klik-klik-klik dalam mesin sepeda motor, seorang
montir yang berpengalaman, tanpa membongkar mesinnya, langsung dapat
menyimpulkan bahwa ring piston pada silinder mesin itu perlu diganti.
Pengetahuan akal sehat ini diperoleh dari pengalamannya mengerjakan banyak
sepeda motor selama bertahun-tahun. Jenis pengetahuan seperti ini disebut
sebagai heuristik (heuristic) atau rule-of-thumb. Akal sehat tidak menjamin
ditemukannya solusi, namun ia menjamin kecepatan menemukan solusi.
Sumber :
http://cs.unsyiah.ac.id/~irvanizam/ai/INF303-01.pdf
https://www.researchgate.net/publication/316972662_Ontologi_Bahan_Kuliah_S3_Fasilkom-TI_USUSumber :
http://cs.unsyiah.ac.id/~irvanizam/ai/INF303-01.pdf
http://spukswkelasbkelompok3.blogspot.co.id/2009/02/pengetahuan-dibedakan-menjadi-3.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar